Di rumah sakit dikenal ada beberapa kode yang digunakan untuk keadaan darurat, salah satunya adalah code blue (CB). CB merupakan kode yang menunjukkan pasien membutuhkan resusitasi/pertolongan medis, paling sering sebagai akibat dari serangan pernapasan atau serangan jantung. Jika tombol CB ditekan maka tim CB yang bertugas akan segera datang dan melakukan upaya resusitasi pada pasien. Pertanyaannya adalah: bagaimana jika tombol CB tidak ditekan? Bisa jadi tim medis tidak akan pernah datang dan nyawa pasien tidak terselamatkan.
Di dalam hidup ini ada banyak bencana yang tidak pernah kita duga. Keadaan terlihat baik-baik saja namun tiba-tiba dalam sekejap berubah begitu rupa sehingga kita merasakan kehilangan kendali. Kita merasa perahu kita oleng, tidak seimbang lagi. Kita berpikir demikian rupa namun tidak tahu apa yang harus kita lakukan. Belum lagi waktu berjalan terus dan menghimpit kita untuk segera mengambil keputusan.
Dalam Mat 8:23-27 diceritakan bahwa murid-murid Yesus dan Yesus berada dalam satu perahu dan hendak menyeberangi Danau Galilea. Saat itu tiba-tiba/dengan mendadak (“sekonyong-konyong”) mengamuklah angin ribut di Danau Galilea sehingga perahu “ditimbus=ditimbun” gelombang sehingga perahu itu penuh air.
Belajar dari kisah angin ribut yang diredakan oleh Yesus (Mat 8:23-27), jika ada keadaan gawat darurat dalam kehidupan kita, inilah yang harus kita lakukan.
1. Pencet tombol CB/pannic button.
Pencet tombol = berdoa minta pertolongan Tuhan
Kita tahu betul siapa yang akan kita mintai pertolongan bila ada masalah melanda hidup kita, yaitu Tuhan Yesus. Berdoalah, mendekat kepada-Nya, minta pertolongan dari Tuhan. Pertolongan Tuhan ajaib dan tak pernah terlambat dalam kehidupan kita. Ingat kisah Lazarus yang sakit dan meninggal namun dibangkitkan oleh Yesus? (Yoh 11:1-44)
2. Lakukan apa yang Anda bisa lakukan sambil menunggu tim medis datang.
Sering kali dalam keadaan krisis kita menjadi tidak jernih dalam berpikir. Tinjau kembali apa yang menjadi inti permasalahan kita.
Saat kapal sudah di tengah laut dan menghadapi ombak yang tinggi, maka kapal yang masih dekat dengan pulau akan mencari shelter dengan berlindung di balik pulau dan let go jangkar sepanjang mungkin. Sedangkan bila kapal berada di tengah samudra dan tidak ada tempat berlindung maka tindakan yang diambil adalah mengusahakan stabilitas kapal. Navigator dan masinis harus battling the storm yaitu bernavigasi dengan selalu menempatkan haluan kapal ke arah datangnya gelombang alias menerjang gelombang. Ini adalah cara paling aman karena beberapa aspek yang sudah dikaji terutama dari sisi stabilitas kapal dan kemampuan konstruksi kapal saat berada di keadaan yang sangat ekstrem.
Saat dihempas gelombang, perahu tersebut bisa tenggelam, opsi yang bisa diambil salah satunya adalah terjun dari kapal. Dalam Mat 8:25 tindakan yang dilakukan oleh murid-murid Yesus adalah “membangunkan Dia” (sekalipun Tuhan Yesus tidak pernah “tertidur”). Tidak tercatat dalam Alkitab murid-murid tidak mengambil opsi-opsi yang lain seperti terjun ke laut.
Saat masalah datang bertubi-tubi, kita menjadi kehilangan fokus, sehingga seringkali walaupun sudah berdoa minta pertolongan Tuhan, kita seolah tetap tidak bisa memikirkan tindakan pertolongan pertama apa yang bisa kita lakukan bahkan kita tidak bisa memprioritaskan masalah mana yang harus kita selesaikan terlebih dahulu. Selain berdoa minta pertolongan Tuhan, kiranya kita juga berdoa agar Tuhan memberikan hikmat kepada kita untuk berpikir jernih, “membedah" masalah yang kita hadapi, dan melakukan pertolongan pertama untuk masalah tersebut. Beberapa hal yang dapat kita renungkan:
Apa kiranya penyebab utamanya? Pernahkah kita mengalami hal yang sama? Bagaimana tindakan yang saya ambil saat itu dan bagaimana kesudahannya?
Jika saya belum pernah mengalami hal ini, pernahkah pemimpin rohani di dalam CG saya mengalami hal yang sama?
3. Percaya kepada tim medis yang memberikan pertolongan.
Mengapa kamu begitu takut? Dimanakah kepercayaanmu (Mrk 4:40; Luk 8:25)
Dalam kisah Lazarus, Yesus berfirman bahwa penyakit Lazarus tidak akan membawa kematian, tetapi akan menyatakan kemuliaan Allah. Manusia bisa melihat masa lalu dan masa sekarang, namun Tuhan Yesus mampu melihat masa depan. Oleh karena penglihatan kita terbatas, janganlah kita menjadi irasional dan sangat khawatir tentang hal-hal buruk yang bisa menimpa kita di masa depan sebagai akibat dari permasalahan ini. Bukankah hal tersebut belum terjadi? Bisakah kita menebak epilog cerita bila membaca prolog-nya saja kita belum selesai? (Yes 55:8-9)
Ketidakpercayaan (Yunani: apistia) kita pada kuasa-Nya bisa menjadi penghalang bagi Tuhan untuk bekerja dalam kehidupan kita (Mat 13:58). Namun percaya setengah-setengah sama juga menimbulkan dampak yang sama. Dalam Mat 8:26 Tuhan Yesus menegur murid-murid-Nya, dikatakan mereka “kurang percaya”. Dalam KJV “kurang percaya” padanan frasanya adalah “little faith” yang bisa diartikan iman yang kecil atau kurang iman. Dalam bahasa Yunani kata yang digunakan berasal dari kata dasar “oligopistos”, sama seperti dalam Mat 17:20 yang digunakan Tuhan Yesus untuk menegur murid-murid-Nya yang tidak bisa mengusir setan dalam seorang anak yang sakit ayan. Dalam ayat tersebut Yesus berkata bahwa iman sebesar biji sesawi saja dapat “memindahkan gunung”. Jadi seberapa kecil iman kita yang lebih kecil dari biji sesawi?
Menunggu dalam keadaan genting memang bukan perkara yang mudah. Namun demikian kita harus ingat masa demi masa, dahulu hingga sekarang, penyertaan dan kebaikan Tuhan Yesus Tuhan sudah sangat terbukti dalam hidup kita sebagai orang Kristen.
Jadi, jika ada masalah yang menimpa kehidupan Anda, jangan lupa untuk pencet tombol, lakukan pertolongan pertama, dan percayalah kepada Tuhan Yesus yang sanggup menolong Anda. Tindakan tersebut bisa kita lakukan bila kita sudah punya “tombol untuk ditekan”, bagaimana jika saya belum punya “tombol”? Serahkan hidup Anda kepada Tuhan, terimalah Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat pribadi Anda. Berikan diri Anda dibabtis sebagai langkah ketaatan iman Anda.
***
(qlp)
-----------
-----------
Bacaan ini bisa dinikmati dalam bentuk audio di:
-----------
Komentar